Ayah Tiri di Cicalengka Aniaya Balita Hingga Tewas, Dipukul Bertubi-tubi Dua Kali Terjungkal

7 April 2024, 22:39 WIB
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Kusworo Wibowo saat mengungkap kasus pembuhan ayah terhadap anak tirinya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (7/4/2024). /

HaiBandung - Mul (31), warga Citarik, Cicalengka, Kabupaten Bandung diduga melakukan penganiayaan kepada anak tiri yang masih berusia 4 tahun, MTM hingga akhirnya tewas.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan Satreskrim Polresta Bandung berhasil mengungkap kasus penganiayaan hingga tewas dilakukan Mul (31), warga Citarik, Cicalengka, Kabupaten Bandung kepada anak tiri, BTM.

“Awalnya ibu korban warga Cicalengka melaporkan ke Polresta Bandung pada 5 April 2024 dalam laporan tersebut diketahui bahwa Mul melakukan penganiayaan pada anak tiri, BTM hingga tewas tanggal 4 April 2024,” kata Kusworo, Minggu 7 April 2024.

Baca Juga: Viral, Seorang Pria Bertampang Keren Kembalikan BH yang Dicurinya, Begini Respon Korban

Kusworo menjelaskan awalnya pelaku Mul kesal melihat kelakuan anak tiri BtM dan langsung memukulnya di bagian ulu hati hingga terjungkal.

Akibat pemukulan itu, Kusworo mengatakan korban BTM mengalami muntah-muntah dan tidak bisa makan.

“Si anak muntah-muntah tidak bisa makan. Kemudian oleh sang ibu diminta untuk istirahat. Setelah selesai istirahat, diminta makan lagi, tetap tidak bisa makan dan muntah lagi,” katanya.

Baca Juga: Prawira Harum Bandung Lolos ke Putaran Kedua Kualifikasi BCL Asia 2024

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pelaku kembali kesal karena korban tidak mau makan dan kembali memukul korban di bagian kening hingga terjungkal.

“Kepala bagian belakangnya terbentur tembok kemudian dilakukan kembali pemukulan berulangkali,” katanya.

Karena melihat korban terus dipukuli, lanjut dia, ibu korban langsung membawanya ke Purwakarta untuk pulang.

Baca Juga: Israel Setiap Jam Bunuh Empat Anak di Gaza, 600 Ribu Anak di Rafah Kelaparan

Namun, saat di perjalanan pulang ke rumah, korban BTM meninggal dunia.

"Korban dilakukan autopsi. Hasil autopsi korban meninggal dunia karena usus 12 jari terluka akibat pukulan tersangka ini mengakibatkan tidak bisa masuk makanan," katanya.

Akibat perbuatannya, ia mengatakan pelaku dijerat pasal berlapis yaitu pasal 80 undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Baca Juga: Badai Protes Penghapusan Pramuka dari Ekstrakurikuler Wajib, Ini Penjelasan Kemdikbud

Kemudian, UU KDRT ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pasal 351 ayat 3 KUHPidana ancaman hukuman 7 tahun.***

Editor: Dudih Yudiswara

Sumber: antaranews.com

Tags

Terkini

Terpopuler